Rabu, 25 Januari 2023

Dapur Jadul

Pentigraf
Oleh Yoyon Supriyono


Saat libur Surtini menyempatkan diri menengok ruang dapur jadul tempatnya bertahun-tahun memasak untuk keluarga. Dapur usang yang dipenuhi ramat-ramat itu pertanda lama tak terjamah. Tungku, gentong penampung air, rak piring kayu, dan bale-bale menjadi saksi bisu hari-harinya sebagai ibu rumah tangga. Semua membisu menyambut kehadirannya. "Sungguh aku merindukan saat-saat dulu berada di sini, andai bisa terulang?" gumamnya mengenang masa lalu.

Sebagai perempuan kampung, ia menerima saja ketika suaminya merehab rumah dan membuatkan dapur yang kekinian. Kompor gas, kulkas, washtub dan peralatan dapur modern memenuhi dapur barunya. Ia jalani rutinitas dapur walaupun peralatannya belum familiar baginya. Tetap saja ia lebih suka dapur yang dahulu. Asap yang memedihkan mata saat meniup cerobong bambu ke tungku adalah moment istimewa baginya. 

Suatu malam ia merebus air satu panci besar untuk mengisi termos dan air minum sehari-hari. Sambil menunggu ia asyik terlena dengan smartphone baru hadiah dari suami. Ia terkejut ketika tetiba terdengar suara dentuman keras dan tercium aroma gosong dari ruang dapur. Sardi, sang suami kaget mendapati seisi dapur gosong terbakar. "Keinginanku bernostalgia di dapur kenangan bakal terwujud," harapnya dalam hati sambil membersihkan dapur jadul keesokan harinya.
0

Selasa, 24 Januari 2023

Writer's Block

Pentigraf
Oleh: Yoyon Supriyono

Diskusi mingguan sekitar masalah literasi di komunitas literasi Zamrud semakin ramai saja. Semua berkat ketua baru yang berpengalaman luas di bidang literasi. AjakanTobi sang ketua, agar semua pengurus aktif menulis di blog, disambut antusias. Namun seiring berjalannya waktu, bermunculan masalah dan kendala saat menulis atau writer's block. Akibatnya banyak pengurus yang belum bisa istiqomah dalam praktik menulis.

Semua diminta berbagi pengalaman mengatasi kondisi tersebut. Izam berpendapat sebagai pemula tulis saja apa yang ada di kepala. Sedangkan kata Pondi, ketika nulis harus sedia kopi dan cemilan agar tidak jenuh. Lain lagi pendapat Zupri, menulis hendaknya di tempat sunyi  agar konsentrasi. Bermacam pendapat bermunculan menghidupkan suasana diskusi. 

Sebelum  berpendapat, Tobi meminta Robet, anggota pengurus baru untuk angkat bicara. Robet yang jago debat tentu dengan senang hati bersuara. "Seumur hidup saya sama sekali belum  mengalami keengganan dalam menulis, juga belum pernah mengalami kesulitan dalam menulis. Hal itu bukan karena saya hebat, tapi lebih dikarenakan saya belum pernah menulis," tuturnya disambut riuh rendah para pengurus yang serius menyimak penjelasannya yang meyakinkan.
6

Minggu, 22 Januari 2023

MERDEKA BELAJAR

 

MERDEKA BELAJAR

Pagi yang cerah, secerah wajah seorang guru Bahasa Inggris, Pak Hadi namanya. Usianya sudah setengah abad, tapi semangat mengajarnya tak kalah dengan guru muda lainnya. Pengalaman mengajarnya sudah tidak diragukan lagi. Sudah banyak kurikulum yang dia tunaikan dalam proses pembelajarannya. Pak Hadi mengajar sejak tahun 1997, sehingga kurikulum yang sudah dilakukannya diantaranya adalah kurikulum 1997, 2004, 2006, 2013 dan yang terbaru adalah kurikulum merdeka. Baginya pergantian kurikulum adalah hal yang wajar, karena seiring berjalannya waktu, kondisi, situasi, teknologi dan yang lainnya selalu berubah.

Pagi itu Pak Hadi mengajar di kelas 8 A. Seperti biasanya, beliau masuk kelas tepat waktu, disapanya dengan ramah murid-muridnya. Pak Hadi memang guru favorit di sekolahnya,karena cara mengajarnya yang tidak membosankan. Seperti halnya pagi itu, semua anak begitu antusias dan bersemangat mengikuti pelajaran Bahasa Inggris. Tetapi dari 32 anak di 8 A, ada satu anak yang terihat bermalasan, Shenza namanya. Dengan wajah yang terlihat mengantuk, dia merebahkan sebagian badannya di atas meja. Pak Hadi yang melihat satu muridnya kurang bersemangat, hanya mendiamkan saja. Dalam hatinya, dia akan memanggil anak tersebut saat pembelajaran usai.

Dari pengakuan Shenza, ternyata dia tidak menyukai pelajaran Bahasa Inggris. Shenza lebih menyukai pelajaran Olah Raga. Supaya Shenza menyukai pelajaran Bahasa Inggris, Pak Hadi pun berkoordinasi dengan guru Olah Raga. Pa Hadi menyarankan kepada guru Olah Raga, untuk menggunakan istilah-istilah Olah Raga dalam Bahasa Inggris. Selain itu, Pak Hadi juga meminta guru Olah Raga memotivasi siswa terutama Shenza, bahwa jika ingin menjadi atlet yang sukses, Bahasa Inggris sangat diperlukan. Ternyata usaha Pak hadi tidak sia-sia, karena minggu berikutnya Shenza sudah bersemangat dalam mengikuti pelajaran Bahasa Inggris.

16